244 Paket Pekerjaan Siap Lelang di ULP
Minggu, 30 07 2017

KENDAL—Pemkab Kendal terus mengupayakan percepatan pembangunan. Salah satunya dengan percepatan proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) agar bisa berjalan efektif. Hal itu, agar semua pekerjaan infrastruktur terutama fisik jalan dan jembatan bisa rampung sesuai target.

Sementara Sekda Kendal, Bambang Dwiyono menyampaikan sejauh ini seluruh paket pekerjaan fisik sudah siap lelang. Dari 244 paket pekerjaan yang ada di Kendal, semua sudah masuk di ULP dan sudah bisa diakses Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kendal.

“Dari 244 paket pekerjaan, 91 paket sudah dilelang saat ini sudah dikerjakan. Jadi realisasinya pekerjaan fisik sudah mencapai 30,55 persen dari target triwulan 35 persen,” katnaya, kemarin.

Dari 40 OPD di Kendal, tinggal beberapa paket pekerjaan yang telat yang akan di lelang di ULP. Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD). “Tapi kami terus genjot, dan alhamdulillah sudah masuk ULP semua,” tuturnya.

Begitupun seluruh paket pekerjaan fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) yang berhubungan langsung dengan pekerjaan jalan dan jembatan telah masuk ULP semua. “Bahkan beberapa paket pekerjaan sudah kami kerjakan menjelang Lebaran lalu,” jelasnya.

Bambang meyakini, seluruh pekerjaan tahun ini bisa terselesaikan seluruhnya. “Semoga tidak ada kendala dalam proses lelang, sehingga bisa berhasil seluruhnya. Jadi begitu lelang selesai, langsung tanda tangan kontrak pekerjaan dan proyek bisa langsung dikerjakan sesuai waktu yang dikerjakan,” tambahnya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa menyampaikan bahwa 2017 ini pemerintahaannya akan fokus untuk pembangunan infrastrutur. Baik, jalan, jembatan, bantaran, normalisasi sungai dan saluran drainase. Hal itu, menurutnya, kemajuan ekonomi sangat bergantung pada kondisi infrastruktur.

Makanya, pihaknya terus berupaya agar pembangunan jalan dan jembatan utamanya dapat segera dikebut. Sehingga jalan dengan kondisi buruk dapat segera diselesaikan. Salah satu upaya adalah meminta dinas terkait untuk segera melelang seluruh pekerjaan agar bisa segera dikerjakan.

Ia mengakui, jalan rusak di Kendal masih banyak. Untuk menyelesaikannya butuh anggaran yang besar dan tidak mungkin selesai dalam satu tahun ini. Makanya ia meminta agar masyarakat bersabar. “Pembangunan jalan ini, kami menggunakan skala prioritas. Jadi mana yang rusak parah dan memang sangat mendesak dilakukan perbaikan,” kata Mirna.

Mirna menjelaskan, dari data yang ada sedikitnya 300 kilometer dari total panjang jalan 770 kilometer, kondisinya sangat memprihatinkan. “Harapan kami pembangunan jalan bisa sesuai target. Sehingga 2019, jalan yang rusak sudah tertangani semua,” tandasnya.

Dari APBD Kendal 2017 khusus untuk infrastruktur dianggarkan lebih dari Rp 200 miliar. Jumlah anggaran itu dinilai sudah maksimal. Meskipun kebutuhan untuk perbaikan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. “Tahun depan khusus untuk pembangunan jalan akan kami tambah anggarannya,” akunya. (bud/ida)